Skip to main content

Scrum Methodology

 


1.1  Definisi

Scrum merupakah salah satu Agile Methodology yang sering digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, dimana pada agile methodology menekankan pada proses iteratif untuk mencapai kemajuan pengembangan (incremental processes)., demikian juga pada metodologi Scrum. Tujuan utama dari Scrum adalah menciptakan kepuasan pelanggan melalui  pemenuhan terhadap kebutuhan-kebutuhan konsumen dengan tetap mengedepankan transparansi, komunikatif, interaksi dan progress yang terus bergulir ( continue ).

Metodologi Scrum dapat membantu untuk mengorganisasi sebuah tim development. Scrum mengatakan bahwa setiap “sprint” dimulai dengan meeting singkat untuk perencanaan dan diakhir dengan review. Sprint adalah sebuah iteratif development yang biasanya memiliki durasi 2-4 minggu untuk mengerjaan satu atau beberapa fitur hingga selesai. Seluruh daftar fitur yang akan dikerjakan disimpan dalam “product Backlog” yang disajikan dalam bentuk “User Story” dan umumnya diberi satuan “Story Point” untuk mengidentifikasi tingkat kesulitan fitur tersebut.

 

1.2  Process / Step by Step

Didalam Scrum dikenal 3 jenis role yang nantinya diperlukan dalam proses implementasi Scrum. Ketiga role tersebut yaitu :

a.      Product owner ( PO )

Biasanya Product Owner merupakan representatif dari Stakeholder/Customer yang membutuhkan product/perangkat lunak. PO memiliki fokus pada bisnis dan bertanggungjawab terhadap ROI ( Return of Investment ). PO menterjemahkan product yang akan dikembangkan ke dalam “User Story” dan membuat prioritas sebagai dasar pengerjaan pada tahap berikutnya.

  

b.      Scrum Muster ( SM )

Scrum Master ibarat seperti Project Manager. Scrum Master merupakan person yang akan mengatur dan mengkoordinir jalannya implementasi Scrum. Terdapat 3 Jenis akifitas didalam Scrum yang menjadi tanggungjawab dari SM, yaitu:

a  Sprint

a  Daily Scrum

a  Sprint Review & Sprint Retrospective

 

c.       Development Tim (DT)

DT merupakan tim yang terdiri dari para engineer dengan komposisi tertentu disesuaikan dengan kebutuhan yang memiliki fokus utama untuk menyelesaikan Sprint yang telah ditentukan.  Didalam Scrum dikenal istilah “Self Organizing” dimana setiap anggota DT dapat mandiri, berkomunikasi dan berkoordinasi , saling support untuk memastikan Sprint selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan.


Scrum methodology memiliki tahapan dan alur pengerjaan sebagai berikut :


a.       Sprint Planning

Pada tahap ini Product Owner ( PO ) menterjemahkan kebutuhan pengembangan produk ke dalam “User Story” dan menyusun semua User Story tersebut kedalam “Product Backlog” yang disusun urut sesuai dengan prioritas.

 b.      Sprint

Sprint adalah proses yang digunakan untuk pengerjaan “User Story” yang sudah dipilih. PO dan SM menyepakati User Story mana saja yang akan dikerjakan dan menentukan durasi Sprint yang akan diterpakan umumnya antara 2-4 minggu.

 c.       Daily Scrum

Selama proses Sprint dilakukan meeting setiap hari, dengan cara “Standup Meeting” dan direkomendasikan tidak lebih dari 15 menit. Dalam meeting tersebut setiap DT wajib menyampaikan 3 hal yaitu apa yang sudah dikerjakan, apakah ada hambatan/kendala dan kemudian apa yang akan dikerjaka selanjutnya. Daily Scrum sebaiknya dilakukan di lokasi dan waktu yang sama setiap harinya.

 d.      Sprint Review

Sprint Review dilakukan di akhir durasi Sprint. Tujuan dari Sprint review adalah untuk menentukan mana saja yang sudah dianggap selesai. Sprint review berupa meeting bersama PO, SM, dan DT untuk mengevaluasi pekerjaan yang telah dilakukan dan apakah hasilnya sesuai dengan yang diharapkan PO. Bila pada proses ini ada hal baru maka dapat ditambahkan kembali ke Product Backlog untuk dijawalkan di Sprint berikutnya.

 e.      Sprint Retrospective

Kegiatan ini hampir sama dengan Sprint Review, namun lebih fokus pada evaluasi dan review terhadap proses development. Mengidentifikasi mana yang baik, dan yang kurang baik dan mencegah agar kesalahan yang sama nantinya terjadi lagi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah improvement process & menentukan plan untuk sprint berikutnya.


Tool Kolaborasi

Dalam proses pelaksanaan metode Scrum ini, juga dikenal istilah Scrum Task Board. Secara manual proses ini dilakukan di papan board, dapat berupa white board yang dibagi menjadi beberapa bagian dan dengan menggunakan “Sticky Note” untuk menuliskan “User Story”. Dalam prosesnya “Sticky Note” tersebut akan bergeser dari satu bagian ke bagian lain sesuai dengan statusnya.


Untuk memudahkan proses pelaksanaan metode Scrum ini, telah ada banyak tool/aplikasi yang bisa digunakan, salah satu tool yang populer dan mudah digunakan adalah Trello. Melalui Trello kita bisa dengan mudah membuat board , menyusun “User Story” dan berkolaborasi dengan tim lain dalam satu view aplikasi.



Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa UMBY Jadi Technoprenuer

Mahasiswa UMBY Jadi Technoprenuer Memanfaatkan Web Melalui Matakuliah Technoprenuer, mahasiswa UMBY didorong untuk dapat memiliki jiwa kewirausahaan dengan memanfaatkan teknologi yang telah diajarkan. Salah satu nya adalah memanfaatkan web untuk mendukung dan menjalankan usaha.  Pada matakuliah ini, mahasiswa diajarkan bagaimana memanfaatkan web dengan membuat blog, website dan memanfaatkan layanan google untuk mengoptimalkan website melalui teknik teknik Search Engine Optimization.  Search Engine Optimization menjadi salah satu pokok bahasan yang menarik, karena mahasiswa diajarkan bagaimana menilai kualitas web tersebut melalui beberapa tool yang dapat digunakan, kemudian bagaimana melakukan tuning agar kemudian score SEO nya meningkat. dan masih banyak materi-materi lain.  Sebagai contoh website  Souvenir Cantik (nuningkristiani.com) , pada saat pembuatan mendapat score SEO 60, dan setelah dilakukan beberapa perbaikan menjai score 80. Hingga saat ini total ada 150 lebih website yang

Tips Memilih Wedding Souvenir

Wedding Souvenir Tips Memilih Souvenir Pernikahan Acara Pernikahan adalah acara yang sangat istimewa dan merupakan moment yang dinanti nantikan oleh mereka yang sedang menjalin hubungan cinta, momen yang merupakan tujuan utama bagi mereka yang ingin memebina rumah tangga, menjadi keluarga yang didambakan. Agar semuanya berjalan lancar, sudah tentu acara pernikahan perlu dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya, termasuk tentu memberikan souvenir  istimewa bagi para tamu undangan,  Untuk itu souvenir cantik , akan berbagi tip-tips bagaimana memilih wedding souvenir /souvenit pernikahan agar kamu tidak salah pilih. 1. Budget Tentukan budget kamu terlebih dahulu. Ini penting karena pernikahan biasanya akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga harus pandai-pandai untuk membagi pengeluaran yang ada sebaik-baiknya, salah satunya dengan menentukan budget yang ingin kamu keluarkan untuk wedding souvenir.  Selain budget juga tentukan berapa banyak yang ingin kamu beli, disesuaikan denga

Protokol pada IoT

  Protokol pada IoT Oleh Antonius Toto Priyono / 18111043 Universitas Mercubuana Yogyakarta   Protokol merupakan bagian sangat penting dalam teknologi IoT yang berperan dalam proses pengumpulan/pertukaran data dari device /perangkat IoT, gateway, server hingga aplikasi user. Tanpa adanya protokol ini maka layanan IoT tidak dapat berfungsi dengan baik.     Berikut merupakan IoT device architecture yang memperlihatkan setiap layer/bagian yang masing-masing memiliki peran penting. Gambar 1: IoT Device Architecture Komunikasi antara IoT device dengan layer diatasnya menggunakan protokol MQTT/HTTP. Selain kedua protokol tersebut terdapat juga beberapa jenis protokol yang juga dapat digunakan yaitu CoAP, AMQP, Websocket, XMPP.   HTTP/HTTPS HTTP (Hyper Text Transport Protocol) merupakan salah satu protokol yang paling banyak digunakan. HTTP menggunakan mekanisme request & respons dengan model client server. HTTP masih dapat digunakan untuk komunikasi dengan IoT device yang ti